Shin Wanhae
Author : @arsyadhea_k
Genre : family, friendship, romance
Cast :
1.
Cho Jinri (OC)
2.
Choi Minyoung (OC)
3.
Lee Yeonhee (OC)
4.
Kim Ryeowook
5.
Lee Jinki
6.
Kim Jonghyun
7.
Shin Wanhae (OC)
It’s
the third story of Over The Rainbow ^^ dimohon coment-nya J NO BASH dan jangan
jadi plagiat!! Tokoh-tokoh di sini milikku (kecuali Ryeowook, Jonghyun, dan
Jinki). Ide juga milikku, tidak meniru cerita yang lain. Gamsahamnida ^o^
FF ini udah di post di wordpressku, Fan Fiction World.
Di
part ketiga ini aku menambahkan Shin Wanhae. Dia adalah kakak kelas yang aku
sukai, dan aku menamainya Shin Wanhae. Sebenarnya dia baik sih, tapi demi
kepentingan cerita, dia aku jadikan jahat. Mianhaeyo, Oppa! ^^v
And the story is... begin! ^^
Author
POV
Namja
itu berjalan di koridor. Langkahnya tegap, wajahnya tampan, membuat semua orang
di koridor memperhatikannya, hati para yeoja meleleh melihat senyumnya. Apa
yang kurang darinya?
Shin
Wanhae, mahasiswa baru pindahan dari Singapura. Ia orang Korea asli, kedua
orang tuanya juga orang Korea. Saat usia 14 tahun, ia pindah ke Singapura, mengikuti
pekerjaan appanya. Kini ia telah kembali ke Korea.
“Jinri-ah!”
suara itu berhasil menghentikan langkahnya. Beberapa meter di depannya, Jinri,
sedang berbicara dengan temannya. Wanhae tersenyum melihatnya. Ia kembali
melangkah, menghampiri Jinri.
“Annyeonghaseo,”
sapanya pada kedua yeoja itu. Yang satu terlihat heran, tapi Jinri terlihat
terkejut.
“Apa
aku mengenalmu?” tanya yeoja itu. Jinri tidak berkata apapun.
“Shin
Wanhae imnida. Bangapseumnida,” Wanhae membungkuk memberi tanda hormat. Jinri
yang mendengarnya makin terkejut.
“Minyoung-ah,
ayo kita kembali ke kelas sekarang.” Ajaknya.
“Choi
Minyoung imnida. Bangapseumnida,” Minyoung memperkenalkan diri.
“Minyoung-ah!”
“Ne,
ne! Wanhae-ssi, kami pergi dulu.” Jinri langsung menarik tangan Minyoung menjauh
dari Wanhae. Sekali lagi, Wanhae tersenyum puas melihat reaksi Jinri.
Jinri
POV
Aku
menarik Minyoung menjauh secepatnya dari Shin Wanhae. Kami akhirnya sampai di
depan kelas kami. Kami sama-sama ngos-ngosan.
“Kau
kenapa, Jinri-ah? Kenapa sepertinya kau tidak menyukai Wanhae-ssi?” tanya
Minyoung.
“Minyoung-ah,
jangan pernah berbicara pada Wanhae. Pada Shin Wanhae. Jangan pedulikan dia.
Oke?”
“Oke,
tapi kenapa?”
Aku
melihat sekitar, memastikan tidak ada yang mencuri dengar.
“Ingat
Cheonsa Oppa?”
“Cheonsa
yang mengkhanatimu itu? Ingat. Kenapa?”
“Dia,
dia orangnya.”
“Mwo?!
Wanhae-ssi itu mantan kekasihmu?”
Aku
segera menutup mulut Minyoung.
“Jangan
keras-keras!”
“Apa
yang ia lakukan di sini? Katamu ia sudah pindah ke luar negeri?”
“Memang!
Aku juga tidak tahu apa yang ia lakukan di sini! Pokoknya, kau jangan
mempedulikannya. Perlakukan dia seperti teman biasa. Jangan terlalu dekat
dengannya. Dan jangan sampai ada yang tahu!”
“Baiklah.”
Bel
masuk pun berbunyi. Kami segera masuk kelas untuk mengikuti mata kuliah.
Author
POV
Jinri,
Minyoung, Yeonhee, Ryeowook, dan Jinki berkumpul di kafe. Mereka mengobrol dan
tertawa, sementara Yeonhee sibuk menghubungi Jonghyun.
“Jonghyun
tidak mengangkat teleponnya?” tanya Minyoung. Yeonhee menggeleng kesal.
“Itu
Jonghyun!” tunjuk Jinki ke belakang Yeonhee, Jinri, dan Minyoung. Mereka memang
duduk membelakangi pintu masuk. Refleks ketiga yeoja itu menoleh.
Jinri
dan Minyoung langsung menahan nafas mereka karena melihat namja yang datang
bersama Jonghyun. Shin Wanhae. Jonghyun duduk di sebelah Ryeowook dan meminum
minuman Yeonhee. Wanhae duduk di sebelahnya.
“Yaaa!
Kim Jonghyun!! Kenapa kau lama sekali?!” bentak Yeonhee.
“Mianhae,
aku menunggu sepupuku dulu. Kenalkan, ini Shin Wanhae. Mahasiswa baru dari
Singapura.” Jonghyun memperkenalkan Wanhae. Wanhae tersenyum.
“Wanhae-ah,
ini teman-temanku. Kami biasa berkumpul di sini. Kau boleh bergabung dengan
kami.” lanjutnya.
“Ini
Kim Ryeowook, Lee Jinki, Choi Minyoung, Lee Yeonhee, dan Cho Jinri. Kami semua
seumuran, kecuali Ryeowook Hyeong karena ia mahasiswa semester akhir. Yeonhee
adalah kekasihku, Minyoung adalah kekasih Jinki, dan Jinri adalah kekasih
Ryeowook Hyeong.” Ia memperkenalkan.
“Annyeonhaseo,
Shin Wanhae imnida.” Wanhae tersenyum. Semua tersenyum padanya, kecuali Jinri.
Minyoung yang mengetahuinya menyenggol Jinri. Jinri melirik Minyoung. *italic artinya bercakap2 dengan mata xD
telepati gitu*
Apa?
Setidaknya sambut dia, kau akan membuat
semua orang curiga!
Ini urusanku! Kenapa juga dia kemari?
“Ehem.”
Ryeowok batuk sengaja. Minyoung dan Jinri menatap Ryeowook dan menyengir
#bahasaapaini -___-
“Apa
yang kalian bicarakan?” tanya Yeonhee.
“A,
ani. Bukan apa-apa.” Jawab Jinri.
“Jeongmal?”
tanya Ryeowook curiga.
“Amugeotdo
ani.” Jawab Minyoung meyakinkan.
“Geurae.”
Ryeowook mengangguk-angguk.
“Sekarang
ayo kita pesan makanan.”
...
Jinri
duduk di salah satu meja di cafe di dekat rumahnya. Ia sedang mengetik pesan
untuk Minyoung saat Wanhae datang dan duduk di depannya.
“Annyeong,”
sapanya.
“Annyeong.”
Balas Jinri dengan nada datar.
“Sendirian?”
tanya Wanhae lagi. Jinri hanya mengangguk.
“Begitukah
sikapmu pada semua mantan kekasihmu?”
“Tergantung.”
“Aku
kemari ingin memintamaaf padamu.” mata Jinri membulat mendengarnya.
“Aku
minta maaf telah meninggalkanmu dulu. Aku tidak berani bilang padamu bahawa aku
akan pindah ke luar negeri.”
“Kau...
tahukah kau seberapa tersiksanya aku dulu?” Jinri hampir meneteskan air
matanya, mengingat rasa sakit yang pernah dirasakannya saat Wanhae
meninggalkannya.
“Aku
tahu. Aku juga begitu. Mianhae. Jeongmal mianhae.” Sesal Wanhae. Jinri
menunduk.
“Tapi
aku senang, kau sudah berubah. Kau tidak terikat dengan masa lalumu, bahkan
kini kau sudah menemukan cintamu yang baru. Sedangkan aku, yah, sebenarnya aku
masih berharap kita bisa seperti dulu lagi.” Jinri menatap Wanhae tidak
percaya.
“Tapi,
tidak. Aku tidak akan merebutmu darinya. Aku tahu kau sangat mencintainya,
begitu juga dengan Ryeowook Hyeong pasti juga sangat mencintaimu. Aku tidak
akan menganggu hubungan kalian berdua.” Jelasnya. Jinri masih terdiam.
“Jadi,
sekarang kita teman?” tanya Wanhae. Jinri kini tersenyum dan mengangguk.
“Kau
harus sering pergi dengan kami. Kau teman kami sekarang.” Kata Jinri. Wanhae
mengangguk.
“Hei!”
tiba-tiba Ryeowook duduk di sebelah Jinri.
“Oppa!”
seru Jinri gembira.
“Apa
yang kalian lakukan di sini?” tanyanya.
“Aku
di sini sendirian, tadi. Tapi kemudian dia datang dan kami mengobrol.” Jelas
Jinri. “Oppa sendiri, datang dengan siapa?”
“Aku
berniat menemuimu di rumahmu. Tapi aku melihat kalian di sini, jadi aku ke
sini. Kelihatannya kalian dekat,”
“Kami
teman lama.” Jawab Wanhae cepat.
“Oh,
benarkah? Itu bagus. Aku... tunggu sebentar.” Ryeowook mengeluarkan ponselnya
dari saku dan mengangkat telepon.
“Ne,
aku akan datang.” Ryeowook menutup telepon. “Kakak Jonghyun baru pulang dari
Amerika. Ia menyuruh kita datang.”
“Geurae.”
Jinri beranjak. Ryeowook juga beranjak, namun tidak dengan Wanhae.
“Kau
tidak ikut?” tanya Jinri.
“Tidak.
Aku di sini saja.” Tolak Wanhae.
“Kau
harus ikut. Kau bagian dari kami sekarang.” Paksa Ryeowook.
“Geurae.”
Wanhae beranjak dan mengikuti mereka ke mobil Ryeowook. Jinri tersenyum senang.
The End
Waaaa,
akhirnya Over The Rainbow selesai juga! Akhirnya gaje, ya ToT ayo komeeeeen :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar