Halaman

Kamis, 07 Juni 2012

Over The Rainbow (Part 3 - END)




Shin Wanhae

Author                  : @arsyadhea_k
Genre                   : family, friendship, romance
Cast                       :
1.       Cho Jinri (OC)
2.       Choi Minyoung (OC)
3.       Lee Yeonhee (OC)
4.       Kim Ryeowook
5.       Lee Jinki
6.       Kim Jonghyun
7.       Shin Wanhae (OC)
It’s the third story of Over The Rainbow ^^ dimohon coment-nya J NO BASH dan jangan jadi plagiat!! Tokoh-tokoh di sini milikku (kecuali Ryeowook, Jonghyun, dan Jinki). Ide juga milikku, tidak meniru cerita yang lain. Gamsahamnida ^o^
FF ini udah di post di wordpressku, Fan Fiction World.
Di part ketiga ini aku menambahkan Shin Wanhae. Dia adalah kakak kelas yang aku sukai, dan aku menamainya Shin Wanhae. Sebenarnya dia baik sih, tapi demi kepentingan cerita, dia aku jadikan jahat. Mianhaeyo, Oppa! ^^v
And the story is... begin! ^^

Author POV
Namja itu berjalan di koridor. Langkahnya tegap, wajahnya tampan, membuat semua orang di koridor memperhatikannya, hati para yeoja meleleh melihat senyumnya. Apa yang kurang darinya?
Shin Wanhae, mahasiswa baru pindahan dari Singapura. Ia orang Korea asli, kedua orang tuanya juga orang Korea. Saat usia 14 tahun, ia pindah ke Singapura, mengikuti pekerjaan appanya. Kini ia telah kembali ke Korea.
“Jinri-ah!” suara itu berhasil menghentikan langkahnya. Beberapa meter di depannya, Jinri, sedang berbicara dengan temannya. Wanhae tersenyum melihatnya. Ia kembali melangkah, menghampiri Jinri.
“Annyeonghaseo,” sapanya pada kedua yeoja itu. Yang satu terlihat heran, tapi Jinri terlihat terkejut.
“Apa aku mengenalmu?” tanya yeoja itu. Jinri tidak berkata apapun.
“Shin Wanhae imnida. Bangapseumnida,” Wanhae membungkuk memberi tanda hormat. Jinri yang mendengarnya makin terkejut.
“Minyoung-ah, ayo kita kembali ke kelas sekarang.” Ajaknya.
“Choi Minyoung imnida. Bangapseumnida,” Minyoung memperkenalkan diri.
“Minyoung-ah!”
“Ne, ne! Wanhae-ssi, kami pergi dulu.” Jinri langsung menarik tangan Minyoung menjauh dari Wanhae. Sekali lagi, Wanhae tersenyum puas melihat reaksi Jinri.
Jinri POV
Aku menarik Minyoung menjauh secepatnya dari Shin Wanhae. Kami akhirnya sampai di depan kelas kami. Kami sama-sama ngos-ngosan.
“Kau kenapa, Jinri-ah? Kenapa sepertinya kau tidak menyukai Wanhae-ssi?” tanya Minyoung.
“Minyoung-ah, jangan pernah berbicara pada Wanhae. Pada Shin Wanhae. Jangan pedulikan dia. Oke?”
“Oke, tapi kenapa?”
Aku melihat sekitar, memastikan tidak ada yang mencuri dengar.
“Ingat Cheonsa Oppa?”
“Cheonsa yang mengkhanatimu itu? Ingat. Kenapa?”
“Dia, dia orangnya.”
“Mwo?! Wanhae-ssi itu mantan kekasihmu?”
Aku segera menutup mulut Minyoung.
“Jangan keras-keras!”
“Apa yang ia lakukan di sini? Katamu ia sudah pindah ke luar negeri?”
“Memang! Aku juga tidak tahu apa yang ia lakukan di sini! Pokoknya, kau jangan mempedulikannya. Perlakukan dia seperti teman biasa. Jangan terlalu dekat dengannya. Dan jangan sampai ada yang tahu!”
“Baiklah.”
Bel masuk pun berbunyi. Kami segera masuk kelas untuk mengikuti mata kuliah.
Author POV
Jinri, Minyoung, Yeonhee, Ryeowook, dan Jinki berkumpul di kafe. Mereka mengobrol dan tertawa, sementara Yeonhee sibuk menghubungi Jonghyun.
“Jonghyun tidak mengangkat teleponnya?” tanya Minyoung. Yeonhee menggeleng kesal.
“Itu Jonghyun!” tunjuk Jinki ke belakang Yeonhee, Jinri, dan Minyoung. Mereka memang duduk membelakangi pintu masuk. Refleks ketiga yeoja itu menoleh.
Jinri dan Minyoung langsung menahan nafas mereka karena melihat namja yang datang bersama Jonghyun. Shin Wanhae. Jonghyun duduk di sebelah Ryeowook dan meminum minuman Yeonhee. Wanhae duduk di sebelahnya.
“Yaaa! Kim Jonghyun!! Kenapa kau lama sekali?!” bentak Yeonhee.
“Mianhae, aku menunggu sepupuku dulu. Kenalkan, ini Shin Wanhae. Mahasiswa baru dari Singapura.” Jonghyun memperkenalkan Wanhae. Wanhae tersenyum.
“Wanhae-ah, ini teman-temanku. Kami biasa berkumpul di sini. Kau boleh bergabung dengan kami.” lanjutnya.
“Ini Kim Ryeowook, Lee Jinki, Choi Minyoung, Lee Yeonhee, dan Cho Jinri. Kami semua seumuran, kecuali Ryeowook Hyeong karena ia mahasiswa semester akhir. Yeonhee adalah kekasihku, Minyoung adalah kekasih Jinki, dan Jinri adalah kekasih Ryeowook Hyeong.” Ia memperkenalkan.
“Annyeonhaseo, Shin Wanhae imnida.” Wanhae tersenyum. Semua tersenyum padanya, kecuali Jinri. Minyoung yang mengetahuinya menyenggol Jinri. Jinri melirik Minyoung. *italic artinya bercakap2 dengan mata xD telepati gitu*
Apa?
Setidaknya sambut dia, kau akan membuat semua orang curiga!
Ini urusanku! Kenapa juga dia kemari?
“Ehem.” Ryeowok batuk sengaja. Minyoung dan Jinri menatap Ryeowook dan menyengir #bahasaapaini -___-
“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Yeonhee.
“A, ani. Bukan apa-apa.” Jawab Jinri.
“Jeongmal?” tanya Ryeowook curiga.
“Amugeotdo ani.” Jawab Minyoung meyakinkan.
“Geurae.” Ryeowook mengangguk-angguk.
“Sekarang ayo kita pesan makanan.”
...
Jinri duduk di salah satu meja di cafe di dekat rumahnya. Ia sedang mengetik pesan untuk Minyoung saat Wanhae datang dan duduk di depannya.
“Annyeong,” sapanya.
“Annyeong.” Balas Jinri dengan nada datar.
“Sendirian?” tanya Wanhae lagi. Jinri hanya mengangguk.
“Begitukah sikapmu pada semua mantan kekasihmu?”
“Tergantung.”
“Aku kemari ingin memintamaaf padamu.” mata Jinri membulat mendengarnya.
“Aku minta maaf telah meninggalkanmu dulu. Aku tidak berani bilang padamu bahawa aku akan pindah ke luar negeri.”
“Kau... tahukah kau seberapa tersiksanya aku dulu?” Jinri hampir meneteskan air matanya, mengingat rasa sakit yang pernah dirasakannya saat Wanhae meninggalkannya.
“Aku tahu. Aku juga begitu. Mianhae. Jeongmal mianhae.” Sesal Wanhae. Jinri menunduk.
“Tapi aku senang, kau sudah berubah. Kau tidak terikat dengan masa lalumu, bahkan kini kau sudah menemukan cintamu yang baru. Sedangkan aku, yah, sebenarnya aku masih berharap kita bisa seperti dulu lagi.” Jinri menatap Wanhae tidak percaya.
“Tapi, tidak. Aku tidak akan merebutmu darinya. Aku tahu kau sangat mencintainya, begitu juga dengan Ryeowook Hyeong pasti juga sangat mencintaimu. Aku tidak akan menganggu hubungan kalian berdua.” Jelasnya. Jinri masih terdiam.
“Jadi, sekarang kita teman?” tanya Wanhae. Jinri kini tersenyum dan mengangguk.
“Kau harus sering pergi dengan kami. Kau teman kami sekarang.” Kata Jinri. Wanhae mengangguk.
“Hei!” tiba-tiba Ryeowook duduk di sebelah Jinri.
“Oppa!” seru Jinri gembira.
“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanyanya.
“Aku di sini sendirian, tadi. Tapi kemudian dia datang dan kami mengobrol.” Jelas Jinri. “Oppa sendiri, datang dengan siapa?”
“Aku berniat menemuimu di rumahmu. Tapi aku melihat kalian di sini, jadi aku ke sini. Kelihatannya kalian dekat,”
“Kami teman lama.” Jawab Wanhae cepat.
“Oh, benarkah? Itu bagus. Aku... tunggu sebentar.” Ryeowook mengeluarkan ponselnya dari saku dan mengangkat telepon.
“Ne, aku akan datang.” Ryeowook menutup telepon. “Kakak Jonghyun baru pulang dari Amerika. Ia menyuruh kita datang.”
“Geurae.” Jinri beranjak. Ryeowook juga beranjak, namun tidak dengan Wanhae.
“Kau tidak ikut?” tanya Jinri.
“Tidak. Aku di sini saja.” Tolak Wanhae.
“Kau harus ikut. Kau bagian dari kami sekarang.” Paksa Ryeowook.
“Geurae.” Wanhae beranjak dan mengikuti mereka ke mobil Ryeowook. Jinri tersenyum senang.
The End
Waaaa, akhirnya Over The Rainbow selesai juga! Akhirnya gaje, ya ToT ayo komeeeeen :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar