Halaman

Jumat, 23 Desember 2011

Saranghae, Oppa

PS : disaranin bacanya sambil dengerin lagunya IU yang Good Day, oke? ;)
“Umma, aku pergi dulu!” pamit Hyuna, dan langsung pergi sebelum suara ummanya terdengar. Akhir-akhir ini Hyuna sering sekali berjalan-jalan. Dan hari ini ia bebas berjalan-jalan karena hari ini orang tuanya akan pergi ke Jepang untuk mengurus perusahaan mereka.
Hari ini Hyuna memakai swaeter merah dan rok selutut kotak-kotak berwarna hijau dan krem. Rambutnya yang panjang digerai. Ia berusaha tampil cantik dan manis demi mendapatkan perhatian namja yang disukainya, yaitu seorang pegawai di sebuah minimarket. Tapi ia tidak tahu namanya. Namja itu tidak memakai tanda pengenal, dan Hyuna tidak berani menanyakannya.
Hyuna berjalan ke arah minimarket itu. Hampir setiap hari ia pergi ke sana, entah apa yang ia beli. Terkadang ia membeli permen, minum, atau bahkan sabun mandi.
Dan sekarang di sanalah ia, di depan minimarket tempat namja yang disukainya bekerja. Namja itu selalu diam, tidak pernah berbicara kecuali memberitahu total belanjaan Hyuna. Meskipun begitu, Hyuna sangat hafal suaranya. Hatinya selalu berdebar jika ia mendengar suara namja itu.
Klining!

Rabu, 14 Desember 2011

Shining Star Part 7

Malam itu, Yumi duduk di pinggir Sungai Han. Udara malam ini cukup dingin. Karena itu Yumi membeli secangkir kopi panas sebelum ke sini.
Yumi kembali menerawang. Mengingat kembali kejadian yang dialaminya bertahun-tahun yang lalu. Seorang namja yang baik hati, yang tidak ingin namanya diketahui. Sejak melihat senyumnya malam itu, Yumi jatuh cinta padanya. Mungkin orang lain bilang dia gila karena menyukai seorang namja tanpa identitas yang jelas, tapi Yumi tidak mempedulikannya. Namja itu sangat baik.
Yumi tersadar dari lamunannya. Ia melihat ke sekeliling. Sepi. Ia sendirian. Yumi melihat jam tangannya. Sudah pukul 1 pagi. Pantas saja. Tapi ia sama sekali tidak merasa mengantuk, tidak merasa lelah.
“Yumi-ah?”
Yumi langsung meningkatkan kewaspadaannya. Ia menoleh perlahan, dan tersenyum lega melihat siapa yang memanggilnya. Ia senang karena Key tidak memanggilnya ssi lagi.
“Key Oppa,”

Sabtu, 10 Desember 2011

Shining Star Part 6

“Yumi-ssi!” panggil seseorang yang membuat Yumi terkejut. Lina pun terkejut.
“Annyeonghaseo! Tak kusangka kita bisa bertemu di sini!” kata Key riang. Lina masih terkejut, tidak bisa mengatakan apapun. Bahkan pengunjung yang lain hanya bisa diam, karena terkejut melihat Key yang tiba-tiba menyapa Yumi.
“Annyeonghaseo, Oppa! Oppa sedang apa di sini?” tanya Yumi setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya.
“Berjalan-jalan. Karena kami bosan, kami memutuskan untuk berjalan-jalan.”
“Tanpa penyamaran?”
Key menggeleng.
“Annyeonghaseo, kau teman Yumi, ya? Key imnida! Siapa namamu?” tanya Key pada Lina.
“Choi Lina imnida. Oppa mengenal Yumi?”
“Ne, tentu saja. Yumi kan adik manajer kami!”

Shining Star Part 5

Yumi berteriak ketakutan sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba seseorang datang dan meninju namja mabuk itu. Ia membuka matanya, menyaksikan pertengkaran kedua orang di depannya. Diam-diam, ia menelepon polisi. Tak lama kemudian, polisi datang dan menangkap namja yang mabuk itu. Sementara itu, orang yang tadi menyelamatkannya menghampirnya yang duduk ketakutan.
“Gwaenchanayo?” tanyanya khawatir. Yumi mengangguk, sinar ketakutan di matanya begitu jelas. Orang itu tersenyum. Yumi tidak dapat melihat wajah orang di depannya dengan jelas karena orang itu memakai syal hingga menutupi mulutnya, kacamata hitam dan topi merah.
“Lain kali, hati-hati, ya,” katanya. Yumi mengangguk lagi.
“Mau kuantar pulang?” tawarnya. Yumi berpikir sebentar, kemudian menggeleng.
“Tidak usah, aku sudah sangat berterima kasih karena kau mau menolongku. Tapi, boleh aku tahu siapa namamu?” tanya Yumi hati-hati.
Orang itu tersenyum.
“Kau tidak perlu tahu. Kuharap, suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi, Nona.”
“Baiklah. Sekali lagi, gamhasamnida. Annyeong.” Kata Yumi, lalu pergi meninggalkan orang itu.
Orang yang sangat baik, pikir Yumi.

Jumat, 09 Desember 2011

Sekilas (Ngomong Sendiri)

Aku mau ngucapin makasih buat reader yang udah baca FFku di blog ini. Mohon kritik dan sarannya yah... request FF couple? diterima sih... kalo ada ide :p hehehehehe.
Aku nulis FF udah sejak lama, cuma baru niat dipost di blog sekarang. Aku mulai suka nulis sejak kelas 6. waktu itu ada temennya nulis. dulu nulisnya di buku karena belom ada laptop. Tapi dulu bukan FF, melainkan cerpen gitu deh. Baru suka nulis FF mungkin sejak kena pengaruh K-Pop sama baca FF kali yah... lupa. pokoknya gitu ajalah, pidatonya cuma segini aja. Sekali lagi makasih yah udah mau berkunjung ke blog ini. Sekali lagi, don't be silent reader, OK? I hate it. Comment please...

My Bio

Name : Arsyadhea Khairunnisa
Birthday : October 19th 1998
Hobby : reading, writing FF
School : 21 JHS Semarang
Email : arsyadheakhairunnisa@yahoo.com
           dheaarsya@gmail.com

Shining Star Part 4

“Oh, jadi kau adiknya Hyung. Sebentar, kupanggilkan Minho Hyung dulu, ya!” Taemin berlari ke kamar Minho.
Hah?! Minho Oppa?! Batin Yumi.
“Silakan duduk, Yumi-ssi.” Kata Key. Yumi duduk di sofa di ruang tengah, lalu Jonghyun duduk di sebelahnya, sementara Dae Woo pergi ke dapur bersama Key.
“Apa kau SHAWOL?” tanya Jonghyun.
Yumi mengangguk cepat. Jonghyun tersenyum.
“Menurutmu, aku bagaimana?”
“Ba, bagaimana apanya?”
“Tampan, baik, semacamnyalah.”
“Suara Oppa bagus.”
“Hanya suaraku?”
“Tidak juga. Oppa juga tampan,” kata Yumi.
Jonghyun tersenyum puas. Tiba-tiba ada seseorang duduk di sebelah Yumi, Yumi langsung menoleh. Minho!
“Yumi-ssi?” Minho mengucek-ngucek matanya.

Shining Star Part 3

Yumi memakai jaket ungu dan syal putih di lehernya. Korea sudah mulai memasuki musim dingin saat ini, dan udara bertambah dingin setiap harinya. Hari ini Yumi terpaksa pergi keluar untuk menemui kakak sepupunya, Jeong Dae Woo. Kakak sepupunya itu mengajaknya makan di luar, karena mereka sudah lama tidak bertemu. Ia sendiri tidak tahu apa pekerjaan Dae Woo, tapi Dae Woo sangat sibuk dan selalu pergi ke luar negeri. Terakhir kali mereka Yumi menghubunginya, Dae Woo sedang berada di Jepang. Dulu sebelum Dae Woo mulai bekerja, mereka sangat dekat.
Yumi berjalan kaki menuju sebuah mal di dekat apartemennya, mereka memang berjanji akan bertemu di sana.
“Yumi-ah!” panggil seseorang saat Yumi baru akan masuk mal. Yumi menoleh dan tersenyum ketika melihat orang yang memanggilnya.
“Oppa!” serunya. Ia memeluk Dae Woo, dan Dae Woo balas memeluknya.
“Kau tidak terlihat seperti namja berumur 27 tahun, kau tahu? Kau sangat awet muda,” puji Yumi. Dae Woo tertawa.
“Kau tahu kan, kakakmu ini adalah namja tertampan sepanjang masa!” katanya, membuat Yumi tertawa.
“Sudahlah, ayo. Katanya kau mau mentraktirku makan dan nonton film?”
“Ne. Kkaja. Di sini sangat dingin.” Dae Woo merangkul Yumi masuk.

Blue Butterfly Part 2

Hyeri dan Sungmin berdiri di depan pintu rumah keluarga Han. Perlahan, Hyeri membuka pintu dan masuk diikuti oleh Sungmin.
“Aku pulang.” Kata Hyeri pelan sambil melepas sepatunya dan memakai sandal rumah. Sungmin melakukan hal yang sama.
“Hyeri-ah?” seorang yeoja tua keluar dari dapur yang bersebelahan dengan ruang tamu.
“Umma!” Hyeri memeluk yeoja itu yang ternyata adalah Ny. Han. Seorang namja tua yang memakai kacamata keluar dari sebuah kamar dan terkejut melihat Hyeri.
“Hyeri-ah?”
“Appa!” Hyeri melepas pelukannya dan memeluk Tuan Han.
“Siapa namja ini?” tanya Ny. Han.
“Umma, Appa, ini Lee Sungmin, kakak kandungku.”
“Mwo? Lee Sungmin?”
“Ne.”
“Tamu tidak boleh dibiarkan di sini. Ayo, kita makan dulu.” Kata Ny. Han.
“Ah, baiklah.” Kata Sungmin akhirnya.

Blue Butterfly

Flashback
“Oppa!”  terdengar suara seorang yeoja.
“Hyeri-ah!” namja yang dipanggilnya berseru.
“Aku punya sesuatu untukmu.” Kata namja kecil itu.
“Apa itu?”
“Ini!” namja kecil itu menunjukkan sebuah kalung dengan bandul kupu-kupu berwarna biru.
“Wah! Bagus sekali!” seru Hyeri saat oppanya memakaikan kalung itu ke lehernya.
“Jangan sampai hilang, ya!”
“Ne!” Hyeri mengangguk dengan cepat.
Flashback End

Shining Star Part 2

“Ne, gidaryo!” Yumi berjalan ke pintu dan membukanya. Ia terkejut melihat siapa yang berdiri di depan apartemennya.
“Annyeonghaseo, Yumi-ah!” sapa Jung Ilwoo.
“Mau apa kau datang kemari?!” bentak Yumi.
“Kenapa aku tidak boleh mengunjungi yeoja chinguku sendiri?”
“Aku sudah bukan yeoja chingumu lagi! Hubungan kita sudah berakhir!” Yumi langsung menutup pintu. Air matanya mengalir.
“Yumi-ah! Buka pintunya! Biarkan aku menjelaskannya padamu! Itu semua salah paham!”
“Aniya! Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan, Jung Ilwoo! Yeoja itu juga mengaku dia yeoja chingumu, lalu apa lagi yang harus dijelaskan? Semua sudah jelas! Tidak ada salah paham! Sekarang pergi!”
“Yumi-ah!”

Shining Star

Sebuah pesawat mendarat di Incheon International Airport. Pesawat itu baru tiba dari Singapura. Seorang yeoja yang tertidur sambil mendengarkan lagu boyband favoritnya, SHINee, dari iPodnya. Ia terbangun karena sebuah sentuhan lembut di pundaknya.
“Nona, bangunlah,” kata suara itu. Suara berat seorang namja yang tampan. Yeoja itu terbangun dan refleks melepas headsetnya dan menoleh. Ia menahan nafas ketika melihat namja yang membangunkannya.
“Ssst!” kata namja itu sambil mengerling. Kemudian, namja itu berdiri dan mengikuti teman-temannya turun dari pesawat, meninggalkan yeoja yang bernama Jeong Yumi itu ternganga di kursinya. Yumi tersadar dari kekagetannya dan segera meninggalkan pesawat itu setelah memastikan barang-barangnya tidak ada yang tertinggal.
Yumi berlari ke ruang kedatangan, berharap bisa bertemu dengan namja yang membangunkannya tadi.
“Aish, kenapa aku harus tertidur tadi?” desahnya. Akhirnya ia pergi ke tempat pengambilan bagasi untuk mengambil kopernya. Sambil menunggu kopernya, ia menyalakan BBnya. Ia membuka twitter, dan menulis sebuah tweets.