Jumat, 10 Februari 2012
Dear Bintang,
Annyeong, Bintang. Ini tulisan pertamaku di diari baruku pemberian Jang Jieun, sahabatku. Sebenarnya bukan diari, tapi buku catatan. Karena buku catatanku masih banyak, maka aku menjadikan buku ini sebagai diariku. Kebetulan diariku sudah habis.
Buku ini bergambar seorang yeoja dan namja yang sedang saling berpandangan dengan surat di tangan masing-masing. Aku sangat menyukainya, Bintang. Rasanya sangat romantis, bukan? Aku saja sangat senang ketika membayangkan diriku dan dirinya seperti itu.
Bintang, apakah kau tahu siapa yang kumaksud dengan ‘dirinya’ itu? Dia adalah sunbaeku di sekolah. Namanya Jongwoon. Kim Jongwoon. Seorang namja tampan yang pintar dan bersuara emas, tapi pendiam. Aku menyukainya sejak 3 bulan yang lalu. Tidak ada yang tahu tentang hal ini, kecuali aku dan diari lamaku. Dan tentunya kau, Bintang.
Aku akan menceritakan pertemuan pertamaku dengannya besok. Ini sudah malam, Bintang. Aku mengantuk. Selamat malam.
===================================================
Sabtu, 11 Februari 2012
Dear Bintang,
Hai, Bintang. Apa kabar? Kemarin aku berjanji untuk menceritakan tentang sunbaeku itu kan? Baiklah, aku akan menceritakannya.
Aku pertama kali bertemu dengannya tepat 3 bulan yang lalu. Tepat hari ini. Aku bahkan masih mengingat hari apa itu. Hari Jumat tanggal 11 November 2011. Saat itu aku sedang berjalan ke ruang musik seorang diri. Saat itu pulang sekolah, dan sudah sepi. Aku sering ke sana untuk menenangkan diri, bermain piano di sana. Dan saat itulah, aku mendengar permainan pianonya. Sangat indah, Bintang. Ia juga bernyanyi. Aku sering mendengar gosip jika suaranya sangat indah, tapi tak kukira akan seindah itu! Aku langsung jatuh cinta padanya. Sejak saat itu, setiap pulang sekolah aku selalu ke sana, dan hanya berdiri di depan pintu ruang musik. Aku tidak berani masuk. Hingga suatu hari, ia mengetahui aku sedang berdiri di depan pintu. Ia menyuruhku masuk dan duduk di sebelahnya. Aku sangat gugup saat itu. Ia mengajariku bermain piano. Ia juga mengajarkan sebuah lagu yang ia buat sendiri, Bintang! Judulnya Melody. Dia bilang, lagu itu ditulisnya untuk yeoja yang ia suka. Ia membayangkan wajah yeoja itu saat menulisnya. Jujur saja, aku sangat sedih, Bintang. Tapi apa daya? Aku bukan siapa-siapanya. Tapi, lagu itu sangat bagus! Saat ia memainkannya dan menyanyikannya, ia sangat menghayatinya sampai-sampai aku merasa ia menciptakan lagu itu untukku. Tapi, mustahil, Bintang! Bagaimana bisa ia menyukaiku yang sangat pendiam dan jelek ini? L
Oya, hari ini kamu bertemu lagi di sekolah. Seperti biasa, saat pulang sekolah aku selalu pergi ke ruang musik. Ia juga sedang berada di sana. Ia kembali mengajariku bermain piano. Ia sempat protes aku masih memanggilnya ‘sunbae’. Ia memintaku memanggilnya ‘oppa’. Aku senang sekali saat itu. Oppa. Panggilan itu lebih dari sekedar sunbae. Panggilan oppa menunjukkan kedekatanmu dengan namja yang lebih tua. Jadi, aku dan Jongwoon Oppa sudah sangat dekat, bukan? Aku sangat menyukai itu.
-Cho Jinri-
===================================================
Minggu, 12 Februari 2012
Dear Bintang,
Apa kabar, Bintang? Aku selalu menanyakannya padamu setiap aku menulis diari. Jika kau bertanya padaku juga saat ini, aku akan menjawab : TIDAK. Aku tidak baik-baik saja, Bintang. Mau tahu penyebabnya?
Tadi pagi aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Karena semalam aku sangat mengantuk, aku membiarkanmu berada di atas meja belajarku. Tapi aku menutupmu. Dan, saat aku kembali, aku menemukan oppaku, Cho Kyuhyun, sedang tertawa-tawa sambil membacamu! Oh Tuhan, ia memang keterlaluan! Aku langsung melaporkannya pada Eomma. Eomma langsung memarahinya. Ia terlihat sangat kesal padaku, tapi aku tidak mempedulikannya. Aku sangat marah padanya.
Yang aku tahu, setelah Eomma memarahinya, ia menelepon seseorang. Dan apakah kau tahu, Bintang??? Ternyata itu adalah Jongwoon Oppa!! Dan Kyuhyun Oppa mengajaknya menginap di rumah malam ini!! Ya, mulai besok Senin hingga Sabtu sekolahku diliburkan. Itu karena adik kelasku sedang melaksanakan study tour. Tapi, yang aku lupakan adalah Kyuhyun Oppa satu angkatan dengan Jongwoon Oppa dan Kyuhyun Oppa juga bersekolah di sekolah yang sama denganku! L tentu saja ia mengenal Jongwoon Oppa! Tapi aku tak menyangka mereka sedekat itu. Maksudku, mana ada orang yang mau berteman dengan namja selicik Kyuhyun Oppa?
Sekarang mereka berdua sedang bermain game di ruang tengah. Aku jadi tak berani pergi ke ruang tengah. Aku malu dan gugup jika bertemu dengannya. Bintang, apa yang harus kulakukan??? Aku sangat lapar... L
-Cho Jinri-
===================================================
Minggu, 12 Februari 2012
Dear Bintang,
Ini sudah malam. Aku sangat gugup ketika makan malam tadi. Sebetulnya aku tidak mau makan malam karena ada Jongwoon Oppa, tapi aku sangat lapar dan Kyuhyun Oppa memaksaku! Ia bilang kalau aku tidak makan aku bisa sakit. Dia SOK baik.
“Oppa, kalau Oppa mau makan Oppa makan saja! Tidak usah mengajakku! Aku tidak lapar!” tolakku ketika ia menarik-narik tanganku.
“Yah! Kau ini tidak sopan sekali! Aku sudah mengundangnya menginap di sini untuk membantumu dekat dengannya, dan sekarang begini perlakuanmu padaku?”
Oke, mungkin Kyuhyun Oppa baik juga. Dibalik ke’evil’annya itu, ia sebenarnya seorang oppa yang baik.
“Geurae, geurae. Tapi lepaskan tanganku! Sakit!” aku menarik tanganku dari genggamannya.
“Bagus.” ia tersenyum evil, kemudian turun. Aku mengikutinya dengan malas.
Bintang, kau tidak tahu betapa malu dan gugupnya aku saat bertemu dengan Jongwoon Oppa di ruang makan. Kyuhyun Oppa juga sengaja memilih tempat duduk di samping Eomma sehingga aku duduk di sebelah Jongwoon Oppa! Aaaaargh! Dia memang ingin mati rupanya!
Sudahlah, aku mengantuk. Selamat malam, Bintang.
-Cho Jinri-
===================================================
Senin, 13 Februari 2012
Dear Bintang,
Apa kabar, Bintang? Besok hari valentine :D kira-kira, apakah Jongwoon Oppa akan memberi coklat pada yeoja yang disukainya itu, ya? Sudah kuputuskan, aku hanya akan menjadi sahabatnya saja. Meskipun sakit melihatnya bahagia bersama yeoja itu, kalau dia bahagia aku yakin aku juga akan bahagia. Benar begitu kan, Bintang?
Oya, tadi siang, sahabatku, Jieun, mengajakku pergi keluar untuk membeli coklat untuk namja chingunya, Ahn Taekyung. Saat ia sedang sibuk memilih coklat, aku iseng-iseng melihat-lihat coklat yang ada di etalase toko. Kupikir, mungkin aku beli satu untuk Jongwoon Oppa. Aku juga membeli satu untuk Kyuhyun Oppa supaya tidak ada yang curiga. Jieun saja sudah curiga saat aku membayar kedua coklat itu.
“Kau membeli coklat untuk siapa?” tanyanya menyelidik.
“Untuk Kyuhyun Oppa dan temannya. Teman Oppa sedang menginap di rumah.” jawabku.
Ia tidak bertanya lagi meskipun sepertinya ia masih curiga. Oh, Bintang, bagaimana aku harus memberikannya pada Jongwoon Oppa?! Kenapa aku tidak berpikir tadi?! Ah, dasar Jinri babo!
-Cho Jinri-
===================================================
Selasa, 14 Februari 2012
Dear Bintang,
Tanganku tidak bisa berhenti bergetar! Aku masih gemetaran! Ya Tuhaaaan! Kenapa Engkau bisa menciptakan makhluk sesempurna Jongwoon Oppa?! Tadi ia dan Kyuhyun Oppa sedang bermain PS di ruang keluarga. Mereka sedang beristirahat ketika akhirnya aku memberanikan diri duduk di hadapan mereka. Mereka sempat heran, tapi tidak lagi setelah aku memberikan sekotak coklat pada Jongwoon Oppa. Ia terlihat terkejut, begitu Kyuhyun Oppa. Tapi hanya sedetik. Kyuhyun Oppa langsung terlihat menahan tawanya. Tapi tawanya hilang ketika aku memberikan sekotak coklat padanya juga.
“Gomawo,” katanya tadi. Wajahnya memerah, seperti salah tingkah. Dasar oppa! Tidak romantiiiis! Bagaimana bisa aku mempunyai oppa seperti dia?
Setelah itu, aku langsung kembali ke kamar dan menulis ini semua. Tuhan, tolong bantu aku! Aku tidak bisa menyimpan perasaanku ini lagi... bolehkah aku menyatakan cintaku padanya? Tapi, apa katanya nanti? Bagaimana dengan persahabatan kami selama ini? Ani, aku tidak ingin merusaknya, biarlah aku hanya menjadi sahabatnya, atau adiknya, atau sebagainya asalkan tidak merusak persahabatan kami. Aku hanya ingin berada di dekatnya, Tuhan, tolong izinkan aku...
-Cho Jinri-
===================================================
Senin, 20 Februari 2012
Dear Bintang,
Apa kabar, Bintang? Sudah lama aku tidak menulis lagi. Rasanya rindu sekali J aku tidak menulis karena tidak ada yang bisa kuceritakan. Kegiatanku biasa-biasa saja. Tapi, hari ini aku sedih sekali. Aku mendengar percakapan Kyuhyun Oppa dan Jongwoon Oppa di taman sekolah. Bahkan setelah mendengarnya aku langsung berlari ke toilet dan menangis.
JONGWOON OPPA AKAN MENYATAKAN CINTA PADA YEOJA YANG DISUKAINYA ITU, BINTAAANG! Aku tidak rela! Meskipun aku hanya ingin menjadi sahabatnya, aku tidak rela! Aku tidak rela, Bintang! Bahkan aku menangis lagi ketika menulis ini! Rasanya begitu sakit, Bintang. Seolah-olah ribuan jarum suntik mengenai tubuhmu, atau hatimu tersayat-sayat oleh pisau. Ani. Bahkan mungkin lebih sakit dari itu.
Aku tidak bisa bercerita pada siapapun karena memang tidak ada yang tahu. Aku juga tidak bisa bercerita pada Kyuhyun Oppa karena ia sahabat Jongwoon Oppa. Ia pasti akan memberitahu Jongwoon Oppa, dan akhirnya Jongwoon Oppa tidak jadi menyatakan cintanya. Aku harus kuat, Bintang. Aku harus menunjukkan aku baik-baik saja dan aku mendukung Jongwoon Oppa untuk menyatakan cintanya. Meskipun harus berbohong, aku harus melakukannya. Aku harus.
-Cho Jinri-
===================================================
Selasa, 21 Februari 2012
Dear Bintang,
Apa kabar, Bintang? Kabarku tidak baik L kemarin sore, aku mendengar Kyuhyun Oppa menelepon Jongwoon Oppa. Menurut yang aku dengar, Jongwoon Oppa akan menyatakan cintanya besok. Tadi sore aku sudah mengirimkan sebuah pesan padanya. Aku bilang padanya, aku sudah tahu dari Kyuhyun Oppa dan aku akan mendukungnya untuk menyatakan cintanya. Sejak itu aku mematikan ponselku. Aku juga mengurung diri di kamar. Aku tidak berani keluar. Air mataku keluar lagi, Bintang. Aku takut Kyuhyun Oppa atau Eomma mengetahuinya. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir.
-Cho Jinri-
===================================================
Diary Version End
Jinri berjalan murung sambil memeluk buku diarinya. Akhir-akhir ini ia selalu membawanya kemana-mana. Ia takut ia akan kembali menangis. Hanya diarinyalah tempatnya berkeluh kesah. Setelah menuliskan masalahnya di diary, biasanya ia akan merasa lebih tenang.
“Jinri-ya,” suara Jongwoon membuat Sooha menghentikan langkahnya. Ia mengangkat kepalanya dan mendapati Jongwoon berdiri tegak di depannya. Kedua tangannya ia sembunyikan di belakang punggungnya. Hati Jinri berdebar keras.
“Waeyo, Oppa?” tanya Jinri. Jongwoon hanya terlihat menarik nafas berkali-kali. Ia terlihat gugup.
“Kalau tidak ada yang mau Oppa bicarakan, aku harus pulang sekarang.” Pamit Jinri. Ia berjalan melewati Jongwoon.
Saat itu pula Jongwoon menarik tangannya dan membalik tubuh Jinri dengan cepat. Jongwoon memeluknya. Muka Jinri memerah. Hatinya berdebar keras.
“Mian telah membuatmu menangis,” katanya setelah melepas pelukannya. Jinri terkejut. Bagaimana Jongwoon bisa tahu kalau Jinri menangis karena Jongwoon? Pikiran Sooha langsung tertuju pada satu orang : KYUHYUN! Ya, siapa lagi yang bisa membaca diarynya?
“Ani, Oppa. Aku tidak menangis.” Elak Jinri.
“Kyuhyun sudah memberitahuku. Tanpa sepengetahuanmu ia membaca diarimu. Tapi bukan aku yang menyuruhnya. Jangan marah padaku.” Jelasnya. Jinri menghentakkan kakinya. Ia sudah tahu oppanya yang evil itu akan membocorkan perasaannya pada Jongwoon dan yang lebih buruk : MEMBACA DIARINYA!!
“Lagu Melody itu kutulis untukmu.” Kata Jongwoon lagi.
“Lagu itu bukannya untuk yeoja yang Oppa sukai?” tanya Jinri heran. Jongwoon hanya menatapnya lembut. Otak Sooha langsung mencernanya. Apakah...
“Oppa bercanda, kan?”
“Aku tidak bercanda. Aku menyukaimu.” Kata Jongwoon tegas.
“Oppa baru saja ditolak, ya?” tanya Jinri.
“Yah! Kau ini! Aku serius! Aku menyukaimu, Jinri. Maukah kau menjadi yeoja chinguku?” tanya Jongwoon. Ia memegang tangan Jinri dan berlutut di depannya.
“O, Oppa, apa yang kau lakukan? Berdirilah! Apa kau tidak malu?”
“Aku tidak akan beranjak sampai kau menerimaku.”
“Geurae, aku mau menjadi yeoja chingu Oppa.” Jinri mengatakannya dengan senyum.
“Sekarang berdirilah.” Pinta Jinri. Jongwoon menggeleng.
“Katakan dulu padaku bahwa kau mencintaiku.”
Jinri mnghela nafas.
“Saranghae, Oppa.” Katanya akhirnya. Ia menimbun rasa malunya untuk mengatakannya. Apalagi beberapa murid yang mau pulang mulai mengelilingi mereka. Jongwoon berdiri dan langsung memeluk Jinri. Jinri balas memeluknya.
“Saranghae, Jinri-ya,” bisiknya di telinga Jinri.
“Nado saranghae, Oppa,” balas Sooha.
Bintang, akulah yeoja yang disukai Jongwoon Oppa! Dan aku sangat bahagia! kata Jinri dalam hati. Ia berjanji akan menulis kejadian ini di diarinya nanti malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar