Hyemi menghela nafas. Rambutnya berkibar ditiup angin. Setetes air matanya jatuh, diikuti tetesan air matanya yang lain. Tak terasa sudah setahun sejak berakhirnya hubungannya dengan Ricky. Tapi hingga sekarang ia tidak pernah bisa melupakan Ricky.
Hyemi kembali teringat dengan sore terakhirnya bersama Ricky. Tepat di dermaga ini. Menghabiskan waktu sore berdua. Menghadap laut dan sunset yang sangat indah. Air matanya mengalir lagi mengingat semua itu.
“Ricky-ya, bukankah ini sangat indah?” tanyanya manja pada Ricky.
“Tentu saja, Mi-ya. Ini sangat indah. Aku sangat menyukainya. Darimana kau tahu tempat ini?”
“Saat kecil aku sering kemari bersama Eomma. Tapi aku tidak pernah kemari lagi sejak Eomma meninggal 3 tahun yang lalu,” sedihnya. Ia menunduk. Ricky mengelus rambut Hyemi, membuat yeoja itu menoleh pada Ricky.
“Tapi aku senang aku bisa kembali kemari dan itu bersamamu.” Kata Hyemi lagi. Ricky tersenyum. Ia mencium dahi Hyemi.
“Berjanjilah padaku. Jangan pernah mengajak namja lain kemari selain aku. Biarlah tempat ini menjadi tempat rahasia kita.” Pinta Ricky tegas. Hyemi mengangguk.
“Kau juga.”
“Saranghae, Mi-ya,”
“Nado saranghae, Ricky.”
Hyemi menghapus air matanya. Ia berdiri, meninggalkan dermaga itu. Langkahnya terhenti. Sesosok namja yang sangat ia cintai dan rindukan selama ini berdiri di depannya. Beberapa meter di depannya.
“Ricky,” panggilnya pelan, terkejut.
“Annyeong, Hyemi-ya,” Ricky tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar