Halaman

Jumat, 09 Desember 2011

Shining Star Part 3

Yumi memakai jaket ungu dan syal putih di lehernya. Korea sudah mulai memasuki musim dingin saat ini, dan udara bertambah dingin setiap harinya. Hari ini Yumi terpaksa pergi keluar untuk menemui kakak sepupunya, Jeong Dae Woo. Kakak sepupunya itu mengajaknya makan di luar, karena mereka sudah lama tidak bertemu. Ia sendiri tidak tahu apa pekerjaan Dae Woo, tapi Dae Woo sangat sibuk dan selalu pergi ke luar negeri. Terakhir kali mereka Yumi menghubunginya, Dae Woo sedang berada di Jepang. Dulu sebelum Dae Woo mulai bekerja, mereka sangat dekat.
Yumi berjalan kaki menuju sebuah mal di dekat apartemennya, mereka memang berjanji akan bertemu di sana.
“Yumi-ah!” panggil seseorang saat Yumi baru akan masuk mal. Yumi menoleh dan tersenyum ketika melihat orang yang memanggilnya.
“Oppa!” serunya. Ia memeluk Dae Woo, dan Dae Woo balas memeluknya.
“Kau tidak terlihat seperti namja berumur 27 tahun, kau tahu? Kau sangat awet muda,” puji Yumi. Dae Woo tertawa.
“Kau tahu kan, kakakmu ini adalah namja tertampan sepanjang masa!” katanya, membuat Yumi tertawa.
“Sudahlah, ayo. Katanya kau mau mentraktirku makan dan nonton film?”
“Ne. Kkaja. Di sini sangat dingin.” Dae Woo merangkul Yumi masuk.

...
“Sebenarnya, pekerjaan Oppa apa sih?” tanya Yumi penasaran sambil menyeruput coklat panasnya.
“Pekerjaanku?”
“Ne. Sepertinya kau sibuk sekali, sampai-sampai jarang bisa menghubungiku. Kau juga selalu pergi ke luar negeri. Jepang, Singapura, ke mana lagi?”
Dae Woo tertawa.
“Jadi, pekerjaanmu apa, Oppa?” tanya Yumi merajuk. Ia memang seperti itu jika keinginannya tidak dipenuhi. Dae Woo tertawa lagi.
“Manajer.”
“Manajer?”
“Ne. Ada masalah dengan itu?”
“Ani. Manajer kantor, begitu? Setahuku, manajer kan jarang ke luar negeri. Biasanya asisten direktur yang mengikuti direktur ke luar negeri.”
“Aku bukan manajer yang seperti itu. Aku manajer, tapi bisa dibilang aku juga asisten. Aku mengurus jadwal...”
“Artis?!” Yumi memotong ucapan Dae Woo. Dae Woo termangu, tapi kemudian tersenyum.
“Tepat.”
“Woa! Siapa artisnya?” tanya Yumi antusias.
“Tebak saja.”
“Em, berikan petunjuknya, Oppa...”
“Anggotanya 5 orang. Namja.”
“SHINee!”
“Tepat.”
“Mwo?!” mata Yumi membulat. Ia tidak percaya kakak sepupunya ini manajer SHINee!
Dae Woo tersenyum.
“Wae? Kau tidak suka?”
“Bukan begitu, aku hanya tidak percaya! Berarti, kau bisa mengantarku menemui mereka, kan?”
“Hah? Membawamu menemui mereka? Tidak bisa! Tidak bisa! Shireo!”
“Aaaah, Oppaaa!” rengek Yumi.
“Nanti kau akan menganggu mereka.”
Yumi menggeleng cepat-cepat.
“Aniya. Aku janji. Aku hanya ingin meminta tanda tangan mereka dan berfoto bersama mereka, setelah itu pulang. Aku janji!”
Dae Woo tampak berpikir.
“Jebaal, Oppa...”
“Baiklah.”
“Mwo? Yeeei! Kkaja! Kita pergi sekarang!”
“Tidak jadi menonton film?”
“Nonton film bisa kapan-kapan. Kkaja, Oppa!” Yumi menarik tangan Dae Woo.
“Pertama, kita harus membayar minuman kita dulu, Saeng.” Dae Woo menyentuh hidung Yumi.
“Palli, Oppa!”
“Ne, ne, gidaryo.”
...
“Kkaja.” Dae Woo melepas seatbeltnya dan keluar dari mobil. Yumi juga keluar dari mobil.
“Bagaimana penampilanku, Oppa? Cantik kan?” tanya Yumi gugup.
Dae Woo tertawa kecil.
“Tidak usah gugup begitu. Aku sudah sering bertemu mereka.”
“Kau kan manajer mereka! Kalau aku kan fans! Tentu saja aku gugup!”
“Tenang saja, mereka semua baik dan ramah.” Dae Woo merangkul Yumi dan masuk ke gedung tempat SHINee tinggal.
Dae Woo menekan bel.
“Gidaryo~” terdengar suara Key. Lalu pintu terbuka.
“Oh, Hyung! Ada apa? Siapa yeoja ini?” tanya Key.
“Kenalkan, ini Jeong Yumi, adikku. Yumi, ini Key. Key, dia ini SHAWOL. Begitu tahu kalau aku manajer kalian, ia merengek-rengek minta bertemu... Aigoo! Yumi-ah!” Dae Woo menjerit karena Yumi menginjak kakinya.
Key tersenyum lebar.
“Jadi kau SHAWOL, ya? Key imnida. Salam kenal!” Key mengulurkan tangannya. Yumi menjabat tangan Key, mencoba tersenyum rileks, tapi ia tidak bisa. Ia sangat senang, hatinya berdebar.
“Masuklah, di luar dingin.” Kata Key.
“Ne, gamsahamnida.” Kata Yumi sopan. Ia masuk dan memakai sandal rumah, mengikuti Dae Woo.
“Mana yang lain, Key?” tanya Dae Woo.
“Di ruang tengah, Hyung.”
“Hei, semua!” sapa Dae Woo memasuki ruang tengah. Jonghyun, dan Taemin menoleh.
“Hyung!”
“Siapa ini, Hyung?” tanya Taemin.
Dae Woo menyenggol Yumi, menyuruhnya memperkenalkan diri.
“A, annyeonghaseo! Jeong Yumi imnida. Aku adiknya Oppa.”
“Oh, jadi kau adiknya Hyung. Sebentar, kupanggilkan Minho Hyung dulu, ya!” Taemin berlari ke kamar Minho.
Hah?! Minho Oppa?! Batin Yumi.
BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar