PS : disaranin bacanya sambil dengerin lagunya IU yang Good Day, oke? ;)
“Umma, aku pergi dulu!” pamit Hyuna, dan langsung pergi sebelum suara ummanya terdengar. Akhir-akhir ini Hyuna sering sekali berjalan-jalan. Dan hari ini ia bebas berjalan-jalan karena hari ini orang tuanya akan pergi ke Jepang untuk mengurus perusahaan mereka.
Hari ini Hyuna memakai swaeter merah dan rok selutut kotak-kotak berwarna hijau dan krem. Rambutnya yang panjang digerai. Ia berusaha tampil cantik dan manis demi mendapatkan perhatian namja yang disukainya, yaitu seorang pegawai di sebuah minimarket. Tapi ia tidak tahu namanya. Namja itu tidak memakai tanda pengenal, dan Hyuna tidak berani menanyakannya.
Hyuna berjalan ke arah minimarket itu. Hampir setiap hari ia pergi ke sana, entah apa yang ia beli. Terkadang ia membeli permen, minum, atau bahkan sabun mandi.
Dan sekarang di sanalah ia, di depan minimarket tempat namja yang disukainya bekerja. Namja itu selalu diam, tidak pernah berbicara kecuali memberitahu total belanjaan Hyuna. Meskipun begitu, Hyuna sangat hafal suaranya. Hatinya selalu berdebar jika ia mendengar suara namja itu.
Klining!
Hyuna membuka pintu. Seperti biasa, namja yang disukainya itu sedang meletakkan beberapa barang di rak. Mata mereka bertemu, membuat hati Hyuna berdebar-debar. Ia tersenyum, tapi namja itu tidak tersenyum sedikit pun. Namja itu kembali ke meja kasir.
Hyuna kembali fokus ke rak di depannya. Akhirnya ia mengambil sekotak marshmallow (tulisannya yang bener gimana ya) coklat. Ia berjalan menuju kasir. Namja itu sedang mencari suatu benda, di rak di belakang kasir.
Hati Hyuna berdebar-debar. Ia harus mengatakan sesuatu supaya namja itu tahu ia ada di sana. Ia harus menyapanya terlebih dahulu. Kau bisa, Kim Hyuna! Pikirnya.
“Saranghaeyo,” Hyuna menutup mulutnya. Tadi ia bermaksud bilang ‘permisi’. Tapi kenapa....?!
Namja itu perlahan berbalik. Muka Hyuna memerah, ia merasa malu. Ia bahkan tidak berani menatap namja itu. Hyuna melirik namja itu tanpa mengangkat kepalanya. Namja itu masuk ke ruangan khusus karyawan. Hyuna bersandar di meja kasir itu. Kepalanya mendadak pusing. Dasar Hyuna pabo! Pikirnya sambil memukul-mukul kepalanya sendiri. Dengan langkah gontai, ia meninggalkan minimarket itu dan pulang.
Di rumah sudah tidak ada mobil appanya. Itu artinya kedua orang tuanya sudah berangkat. Hyuna masuk kamarnya. Ia duduk di kasur, menghadap ke cermin besar di kamarnya.
“Apa yang salah denganku?” tanyanya pada dirinya sendiri.
“Apa pakaianku kurang bagus? Apa aku tidak sopan? Aish, kenapa aku malah mengucapkan kata-kata itu?” Hyuna mengacak rambutnya sendiri. Ia berbaring.
“Kim Hyuna, kau sudah melakukan suatu kesalahan besar.”
...
Hari sudah malam. Hyuna sudah selesai mandi. Ia memakai celana jins panjang dan sweater yang agak kebesaran berwarna hijau tosca. Rambutnya yang panjang dan coklat itu digerai. Hyuna sedang berdiri di depan rak bukunya di ruang tamu ketika pintu rumahnya diketuk.
“Masuklah! Tidak dikunci!” serunya.
Perlahan, pintunya terbuka. Hyuna menoleh dan seketika tubuhnya kaku. Bukan karena hawa dingin masuk dari luar karena sedang hujan salju, tapi karena namja yang disukainya datang.
Namja itu membawa dompetnya yang tidak sengaja tertinggal di minimarket. Namja itu meletakkan dompetnya di meja ruang tamu. Kemudian ia berbalik pergi. Otak Hyuna langsung menyuruhnya untuk menahan kepergian namja itu. Hyuna langsung memeluk namja itu dari belakang.
“Kumohon, jangan pergi.” Katanya dengan suara tertahan. Air matanya hampir jatuh.
Namja itu melepaskan diri dari pelukan Hyuna. Ia berbalik dan menggenggam tangan Hyuna. Ia menepuk kepala Hyuna pelan dan tersenyum. Kemudian ia berbalik dan pergi meninggalkan Hyuna yang berdiri kaku di rumahnya. Hyuna terduduk di sofa di ruang tamunya dengan wajah sedih. Ia sangat sedih saat ini.
Ia menatap ke luar jendela. Jendela di ruang tamunya itu memang belum ditutup. Hyuna berjalan ke arah jendela itu. Hujan salju masih turun. Hyuna mengulurkan tangannya keluar, berusaha menangkap salju yang turun. Dan tiba-tiba, hatinya merasa lebih baik. Sementara itu, namja yang disukainya berhenti di depan rumah Hyuna, berbalik sejenak, menatap rumah Hyuna, kemudian berjalan pergi.
SELESAI
Ah~ selesai juga. FF super pendek dan ber-ending gaje ini aku bikin karena aku terinspirasi sama MVnya IU yang Good Day. Bagus banget... aku juga suka banget sama cowoknya, ganteng >.<
FF ini emang sengaja aku bikin persis sama MV itu, tapi ada yang diubah sih. Harusnya yang ketinggalan di minimarket itu burung, tapi aku ganti dompet soalnya aku geli sih sama burung. Takut gimana gitu, hehehe :D ya sudahlah, segini aja pidatonya. Jangan lupa komen...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar