“Yumi-ssi!” panggil seseorang yang membuat Yumi terkejut. Lina pun terkejut.
“Annyeonghaseo! Tak kusangka kita bisa bertemu di sini!” kata Key riang. Lina masih terkejut, tidak bisa mengatakan apapun. Bahkan pengunjung yang lain hanya bisa diam, karena terkejut melihat Key yang tiba-tiba menyapa Yumi.
“Annyeonghaseo, Oppa! Oppa sedang apa di sini?” tanya Yumi setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya.
“Berjalan-jalan. Karena kami bosan, kami memutuskan untuk berjalan-jalan.”
“Tanpa penyamaran?”
Key menggeleng.
“Annyeonghaseo, kau teman Yumi, ya? Key imnida! Siapa namamu?” tanya Key pada Lina.
“Choi Lina imnida. Oppa mengenal Yumi?”
“Ne, tentu saja. Yumi kan adik manajer kami!”
“Yumi-ah?” Minho muncul di belakang Key.
“Hai! Aku baru saja akan meneleponmu. Kebetulan sekali kau ada di sini. Kau dan temanmu bisa bergabung dengan kami.”
Yumi tersenyum, dan menggeleng.
“Mianhae, Oppa. Tapi kami harus segera pergi. Mungkin lain kali,” kata Yumi sambil menutup laptopnya dan menyimpannya di dalam tas.
“Tidak bisakah kau tinggal sebentar?” tanya Minho.
Yumi tersenyum dan menggeleng.
“Mianhae. Aku pergi dulu. Kkaja, Lina!” Yumi menarik tangan Lina pergi dari cafe itu, setelah sebelumnya Yumi membayar minuman mereka.
“Kau kenapa, Yumi-ah? Kenapa kau tidak menerima ajakan mereka? Bukankah kau SHAWOL? Lalu, kenapa mereka bisa mengenalmu? Dan apa maksudnya kau adik manajer mereka?” Lina menanyakan banyak sekali pertanyaan saat Yumi menariknya menjauh dari cafe itu.
“Mereka mengenalku karena aku adik sepupu manajer mereka. Key Oppa dan Minho Oppa juga tahu kalau aku menulis buku tentang mereka. Dan mereka menyukainya.” Jelas Yumi saat mereka sudah sampai di halte bus.
“Kenapa kau tidak memberitahuku?! Kau mau curang, ya?!”
“Aniya! Aku saja baru tahu kemarin! Oppaku itu sangat sibuk. Kemarin SHINee tidak ada jadwal jadi ia bisa pergi menemuiku.”
“Oh, begitu. Aku punya ide bagus, Yumi-ah! Kau undang saja mereka ke acara peluncuran novelmu!”
“Mwo? Aniya, aniya. Shireo. Aku...”
“Yumi-ah!” seseorang memanggil Yumi, membuat Yumi dan Lina menoleh. Begitu melihat orang yang memanggilnya, Yumi langsung memasang tampang jutek.
“Yumi-ah, kenapa kau cepat sekali pergi?” tanya Dae Woo setelah berada di dekat Yumi.
“Salah siapa kemarin Oppa meninggalkanku!”
“Aku kan ada meeting. Oh, ada Lina-ssi. Annyeonghaseo, Lina-ssi!”
Lina tersenyum untuk memberi salam.
“Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu pulang.”
“Tapi?” Yumi tahu Dae Woo bisa mengantarnya pulang, tapi pasti ada alasannya.
“Tapi, setelah ini mereka ada pemotretan.”
“Aku pulang sendiri saja deh.” Yumi mulai ngambek.
“Ayolah, Yumi-ah. Sebagai tanda minta maafku kemarin, aku akan mengantarmu pulang. Oke? Kita kan sudah lama tidak bertemu.”
“Okelah.” Kata Yumi akhirnya.
“Kalau begitu, kkaja, kita harus segera kembali ke cafe. Lina-ssi pulang sendiri tidak apa-apa?”
“Ne. Aku bawa mobil kok.”
“Oke. Annyeong, Lina-ssi!”
Lina tersenyum. Dae Woo menarik tangan Yumi kembali ke cafe dan mendudukkannya di sebelah Key di ruang VIP di cafe itu. Yumi menarik tangannya dari genggaman Dae Woo dengan agak kesal. Para member SHINee memperhatikan mereka dengan heran, tapi diantara mereka tidak ada yang mau memberikan penjelasan. Dae Woo meminum kopinya, dan Yumi mendengarkan lagu dari iPodnya.
“Annyeonghaseo!” sapa 2 orang yeoja yang masih SMA.
“Yumi Unnie?” tanya salah satu dari mereka. Yumi melepas headsetnya dan mengangguk.
“Waa! Unnie, minta tanda tangannya, ya! Kami fans Unnie. Kami menyukai tulisan Unnie. Kami punya semua novel Unnie. Dari Love In Seoul sampai buku terbaru Unnie tentang SHINee!” salah seorang dari mereka mengeluarkan 3 buku.
Key memperhatikan judul buku-buku itu. Yang pertama, Love In Seoul. Yang kedua, Last Love. Dan yang ketiga sudah dibaca oleh Key, yaitu SHINee, The Shining Star Forever.
Yumi menandatangani ketiganya, kemudian tersenyum pada mereka.
“Gomawo, Unnie! Oh ya, kudengar, Unnie mau menerbitkan buku lagi?” tanya yang lain.
“Ne. 2 buku sekaligus. Kalian mendukungku, kan?” tanya Yumi ramah.
“Ne! Pasti, Unnie! Hwaiting, Unnie!”
“Gomawo,” kata Yumi. Kemudian kedua yeoja itu pergi. Yumi kembali memakai headsetnya dan mendengarkan lagu dari iPodnya. Belum habis rasa heran Key, tiba-tiba Yumi beranjak dari kursinya.
“Aku akan pindah duduk.” Katanya.
Yumi duduk di pojok di ruangan itu, tempat kesukaannya saat menulis di cafe. Ia menyalakan laptopnya dan kembali menulis sebuah novel baru. Key memperhatikannya. Ekspresi Yumi saat menulis itu lucu. Kadang-kadang tersenyum, tertawa, ataupun sedih. Bahkan kadang-kadang ia bertepuk tangan sendiri. Key tersenyum melihatnya.
“Key!” Dae Woo menepuk lengan Key.
“Ne, Hyung?” Key tergagap.
“Kau memperhatikan adikku?” Dae Woo ikut memperhatikan Yumi. Yumi sepertinya merasa sedang diperhatikan, karena ia menatap Key dan Dae Woo, lalu melanjutkan kegiatannya menulis.
“Kau punya seorang adik yang cantik dan berbakat, Hyung.”
“Ne. Aku bangga karenanya.”
“Kau sudah membaca semua bukunya?”
“Sudah. Aku memiliki ketiganya. Dia selalu memiliki ide yang menarik untuk ditulis. Kemarin malam, di rumah, aku menemukan sebuah fanpage Yumi.”
“Fanpage Yumi?”
“Ne. Sudah seperti artis saja kan? Kalau tidak salah, anggota di fanpage itu ada 450 orang. Masih sedikit sih. Tapi itu sudah hebat. Bahkan ada beberapa yang dari luar negeri. Makanya fanpage itu berbahasa Inggris.”
“Keren.” Puji Key.
“Memang.” Dae Woo meminum kopinya.
“Hyung, bukankah setelah ini kami ada pemotretan?” tanya Onew.
“Oh ya, kita berangkat sekarang. Yumi-ah!” panggil Dae Woo. Yumi menatapnya, tapi tidak bertanya.
“Kkaja!”
Yumi mendesah, kemudian ia menyimpan filenya dan menutup laptopnya. Setelah memasukkan laptop ke dalam tasnya, ia mengikuti Dae Woo dan SHINee ke mobil. Yumi duduk di belakang, di sebelah kananTaemin, di kiri Taemin adalah Key. Sementara 3 member yang lain duduk di tengah.
Seperti biasa, Minho tertidur, sementara Jonghyun dan Onew mongobrol. Yumi mendengarkan lagu, dan lama-lama ia mengantuk dan tertidur. Tanpa sadar, ia tertidur di pundak Taemin, membuat Taemin gugup setengah mati. Key yang melihatnya mendesah.
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar