“Oh, jadi kau adiknya Hyung. Sebentar, kupanggilkan Minho Hyung dulu, ya!” Taemin berlari ke kamar Minho.
Hah?! Minho Oppa?! Batin Yumi.
“Silakan duduk, Yumi-ssi.” Kata Key. Yumi duduk di sofa di ruang tengah, lalu Jonghyun duduk di sebelahnya, sementara Dae Woo pergi ke dapur bersama Key.
“Apa kau SHAWOL?” tanya Jonghyun.
Yumi mengangguk cepat. Jonghyun tersenyum.
“Menurutmu, aku bagaimana?”
“Ba, bagaimana apanya?”
“Tampan, baik, semacamnyalah.”
“Suara Oppa bagus.”
“Hanya suaraku?”
“Tidak juga. Oppa juga tampan,” kata Yumi.
Jonghyun tersenyum puas. Tiba-tiba ada seseorang duduk di sebelah Yumi, Yumi langsung menoleh. Minho!
“Yumi-ssi?” Minho mengucek-ngucek matanya.
“Kalian sudah saling mengenal?” tanya Taemin.
“Dia yeoja yang kuceritakan kemarin, Taemin.”
“Yeoja yang kau temui di bandara itu?!”
“Ne.”
Taemin terbelalak. Yumi tertawa kecil. Taemin terlihat imut saat itu.
“Kenapa kau tertawa?” tanya Taemin protes.
“Kau terlihat imut,” Yumi tersenyum.
“Oh! Kalian mau menandatangani bukuku, kan?” tanya Yumi.
Jonghyun dan Taemin mengangguk.
“Ngomong-ngomong, mana Onew Hyung?” tanya Taemin.
“Kenapa menyebut-nyebut namaku?” tiba-tiba Onew muncul dari dapur.
Yumi mengeluarkan buku SHINee, The Shining Star Forever dan pulpen dari tasnya. Ia menyerahkan buku itu pada Jonghyun.
“Apa ini? Tanda tangan Minho dan nomor ponsel Minho?” Jonghyun menatap Minho. Minho hanya tersenyum. Jonghyun menandatanganinya. Lalu Taemin, lalu Onew.
Yumi menerima buku dan pulpennya kembali lalu pergi ke dapur.
“Oppa...” panggilnya.
“Ne?” tiba-tiba Key muncul di depannya.
“Oppa mau menandatangani bukuku, kan?” Yumi memperlihatkan bukunya. Key tersenyum dan menerimanya, dan menandatanganinya di halaman yang ditandatangani juga oleh yang lainnya.
“Kau yang menulisnya?” tanya Key saat melihat nama penulis buku itu di cover.
Yumi mengangguk.
“Bagus.” Key mengelus pelan rambut Yumi, membuat Yumi serasa terbang ke langit ke tujuh! Kebahagiaan seorang fan. Yumi tersenyum manis.
“Kau sudah makan siang? Kata oppamu, kalian tidak sempat makan siang tadi.”
“Oh ya, mana Oppa?”
“Tadi ia mendapat telepon dari kantor SM. Katanya ada meeting.”
“Lalu, aku bagaimana?”
“Nanti ia akan menjemputmu. Tidak usah khawatir. Kau belum makan, kan? Ayo makan dulu. Aku sudah membuat ayam panggang untukmu.” Kata Key sambil menyuruh Yumi duduk di meja makan.
“Yang lain tidak makan?”
“Sudah, tadi.”
“Lalu ini?”
“Aku tadi membuatnya.”
“Hanya untukku?”
“Tentu saja. Sekarang, makanlah. Aku akan menemanimu.” Key duduk di depan Yumi. Yumi tersenyum lagi. Key memang baik hati! Apalagi Key mengambilkan semangkuk nasi dan ayamnya untuk Yumi.
“Kau sangat baik, Oppa.” Kata Yumi, ia tersenyum. Key menatapnya sejenak, mukanya memerah sedikit, kemudian ia menunduk.
“Oppa malu, ya?” goda Yumi.
“Makan saja.”
Yumi tertawa kecil dan melanjutkan makannya. Key hanya sesekali meliriknya. Ia sibuk dengan pikirannya.
...
“Mwo?!” teriak Yumi, membuat para anggota SHINee yang sedang menonton tivi menoleh ke arahnya, tapi Yumi tidak menyadarinya. Ia sedang menerima telepon dari Dae Woo di dapur.
“Oppaa!” Yumi kembali merengek.
“Mianhae, Yumi-ah! Ini mendadak. Kau pulang sendiri saja, ya? Atau kusuruh salah satu member untuk mengantarmu pulang?”
“Tidak mungkin, Oppaa.”
“Kalau begitu kau harus pulang sendiri.”
“Tapi...”
“Kau pilih mana? Pulang sendiri atau diantar?”
“Diantar.”
“Ya sudah. Begitu kan selesai. Berikan teleponnya pada Key.”
“Mwo? Kenapa harus dia?”
“Kau mau pulang tidak?”
“Ne, ne!”
Yumi berjalan ke ruang tengah dan menyerahkan teleponnya pada Key.
“Dae Woo Oppa ingin berbicara.” Katanya, lalau duduk di karpet, di sebelah Taemin. Dia cemberut.
“Ne, Hyung?”
“Key, kau bisa mengantar Yumi pulang, kan? Aku tidak bisa, karena ada meeting mendadak dengan Direktur.”
“Baiklah, serahkan padaku, Hyung. Tapi, rumahnya di mana?”
“Tanyakan saja padanya. Sudah ya, aku harus segera masuk ke ruang meeting. Annyeong.”
Dae Woo menutup telepon. Key mengembalikan ponselnya pada Yumi.
“Apa kata Oppa?” tanya Yumi tanpa minat.
“Katanya aku harus mengantarmu pulang. Sebentar ya, aku ambil kunci mobil dulu.” Key beranjak, tak lama kemudian ia kembali dengan kunci mobil di tangan.
“Annyeong, Oppa. Aku senang bisa bertemu dengan kalian,” kata Yumi sambil tersenyum dan membungkuk, lalu mengikuti Key yang sudah berada di garasi. Minho menatap mereka tidak rela.
...
“Di sinikah apartemenmu, Yumi-ssi?”
“Ne, Oppa. Gomawo. Annyeong,” Yumi keluar dari mobil. Key tersenyum. Meskipun Yumi sudah masuk, tapi ia tetap berada di sana, memperhatikan Yumi. Lalu ia melihat seorang namja menghampiri Yumi. Matanya menyipit, berusaha melihat apa yang terjadi.
Yumi berusaha menjauh dari namja itu, tapi namja itu menahan tangannya. Bahkan namja itu memeluk Yumi walaupun Yumi berkali-kali memukul dan menendangnya.
Tak menunggu lebih lama, Key langsung turun dari mobil dan menghampiri mereka. Key langsung meninju pipi namja yang berusaha memeluk Yumi itu.
“Jika kau berani mendekatinya, kau akan berhadapan denganku.” Ancamnya. Untung Key sejak tadi memakai syal, kacamata hitam dan topi hitam. Namja itu langsung berlari menjauh.
Key menoleh dan mendapati Yumi bersandar di dinding sambil menangis.
“Gwaenchanayo?” tanya key khawatir.
Yumi mengangguk dan tersenyum sebagai tanda terima kasih.
“Siapa dia?”
“Jung Ilwoo...”
“Jung Ilwoo siapa?”
“Mantanku. Aku mengakhiri hubungan kami karena... dia berselingkuh.” Yumi menangis.
Key tertegun. Meskipun yeoja di hadapannya itu terlihat tegar dan kuat, sebenarnya ia memilik luka yang cukup dalam. Key memeluk Yumi. Yumi yang terkejut tidak dapat berbuat apapun. Tak lama Key melepaskan pelukannya.
“Kkaja, kuantar kau ke apartemenmu.” Key menggenggam tangan Yumi. Sementara Yumi masih sulit menerima apa yang terjadi barusan.
BERSAMBUNG
*Gimana? Bersambungnya nggak tepat, ya? Soalnya udah kepanjangan jadi aku putus di sini. Tunggu kelanjutannya yah... Don’t be silent reader... komen ya kalo udah baca ;)
ada ide buat lanjutannya? sebaiknya akhirnya yumi sama minho apa key yah? masih bingung -__-
BalasHapus